Informasi Publik

Info Sistem Informasi ParPol

Cek Daftar Data Pemilih

Belajar Menghargai

Belajar Menghargai

BELAJAR MENGHARGAI

Kata “Belajar Menghargai” sangat mudah diucapkan, tapi sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar bukan hanya di bangku sekolah atau formal saja, tapi belajar juga bisa kita peroleh dari non formal. Di lingkungan sekitar tempat tinggal kita juga bisa kita jadikan tempat menimba ilmu. Belajar yang sangat berharga dan diperlukan adalah belajar menghargai. Baik itu menghargai diri sendiri maupun orang lain, menghargai hasil karya orang lain, menghargai pendapat, ide dan gagasan orang lain yang tercermin dalam Pancasila dan UUD 1945. Ini menandakan bahwa begitu besarnya pengaruh dari menghargai dengan sesama. Tak melihat perbedaan warna kulit, suku, bangsa, bahasa, kaya dan miskin semua sama derajatnya tidak ada yang membedakan yang bisa membedakan  orang tersebut baik atau buruk dari cara kita menghargai dan menghormati orang lain.

Untuk membangun bangsa dan negara menjadi besar dan maju, diperlukan rakyat yang dapat menghargai dengan sesama. Belajar menghargai perbedaan perspektif yang ada, belajar menghargai perbedaan pilihan dan harapan. Pendewasaan rakyat Indonesia bisa dilihat dan kita rasakan, dari semakin baiknya cara berfikir, menentukan pilihan, rasional dan logis dalam memecahkan dan memutuskan satu masalah. Pendewasaan tersebut dapat dilihat salah satunya Pemilu serentak yang dilaksanakan hari rabu tanggal 17 April 2019 yang lalu. Rakyat Indonesia berbondong-bondong pergi ke TPS bukan untuk demonstrasi tapi untuk menyalurkan hak konstitusi atau hak memilih dan dipilih mereka untuk menentukan pemimpin bangsa Indonesia 5 (lima) tahun kedepan baik itu legislatif maupun presiden dan wakil presiden.

Episode demi episode terus berjalan tanpa henti, semua tahapan dilalui dari pemuktahiran data pemilih sampai penetapan data pemilih, penetapan calon legislatif sampai presiden dan wakil presiden, kampanye, masa tenang, pemilihan di hari “H”, rekapitulasi suara, penetapan keputusan pemenang pemilu, hingga terakhir pelantikan sudah berjalan hingga selesai. Walau begitu banyak masalah dan tantangan yang dihadapi. Tapi semua itu tidak menyurutkan langkah kita untuk hidup lebih baik, pembangunan lebih merata dan berkeadilan, aman dan tentram di bumi Indonesia tercinta.

Perbedaan pandangan, visi dan misi serta perbedaan pilihan pasti ada, tapi bagaimana menerima dengan berbesar hati dan lapang dada kekalahan  dan mengakui kemenangan dari lawan secara positif merupakan  cerminan dari “Belajar Menghargai” dan menerima kekalahan. Bagaimanapun orang-orang yang duduk di DPR, MPR, Presiden dan Wakil Presiden merupakan kepanjangan tangan dari rakyat Indonesia. Kitalah yang memilih mereka untuk duduk disana dan melaksanakan pembangunan yang merata berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita sematkan harapan dan keinginan kita untuk bangsa dan negara. Ditangan merekalah harapan itu kita serahkan.

Dihari ini senin 28 Oktober 2019 kita memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dimana bunyi dari sumpah tersebut adalah “Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua : kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Ketiga : kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Begitu besar harapan yang diemban generasi muda penerus bangsa. Dengan tekad bulat dan suci untuk mempersatukan bangsa dan negara. Kita sebagai generasi penerus bangsa, hendaknya belajar, berjuang dan menghargai perbedaan, toleransi yang tinggi, berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan. Selamat hari sumpah pemuda, jagalah harkat dan martabat bangsa. Ditanganmu lah bangsa ini nantinya kami serahkan, kami bangga padamu. Jayalah Indonesia, NKRI harga mati!!! (Imy)